PRINGSEWU, Potensinasional.id – Distribusi air dari Bendungan Way Sekampung kembali menjadi sorotan petani di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Meski infrastruktur sumber daya air tersebut telah tersedia, petani masih mempertanyakan sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian mereka.
Persoalan tersebut mencuat dalam aksi unjuk rasa yang digelar Solidaritas Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Pringsewu di halaman Kantor Bupati Pringsewu, Kamis (1/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa menuntut kepastian pemerintah daerah terkait pemenuhan kebutuhan air pertanian sekaligus mempertanyakan realisasi janji Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu.

Massa aksi yang dikoordinatori Novi Antoni alias Gendon selaku koordinator lapangan (Korlap) menilai, ketersediaan sumber air belum cukup apabila tidak diiringi dengan sistem distribusi yang mampu menjangkau lahan pertanian yang membutuhkan.
SPI secara khusus mendesak Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, agar hadir dan menemui langsung para pengunjuk rasa untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan pengairan pertanian yang hingga kini masih menjadi perhatian petani.
“Kami menuntut kehadiran Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas untuk menemui langsung para pengunjuk rasa,” ujar salah satu perwakilan massa.
Dalam aksi tersebut, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pringsewu terlihat hadir di lokasi, di antaranya Asisten II Hendrid, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Fahmi, Kepala Dinas Pertanian Maryanto, serta Kepala Bappeda Pringsewu Imam Fatkuroji bersama sejumlah staf.
Kehadiran jajaran pejabat tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah daerah terhadap aspirasi yang disampaikan para petani. Namun, SPI menegaskan bahwa persoalan kebutuhan air tidak cukup hanya dijawab melalui dialog maupun penyampaian komitmen, melainkan harus diikuti langkah nyata yang memiliki kejelasan waktu dan target pelaksanaan.
SPI Minta Kejelasan Distribusi Air Bendungan Way Sekampung
Dalam penyampaian aspirasinya, SPI mempertanyakan mekanisme penyaluran air dari Bendungan Way Sekampung, termasuk jalur distribusi, cakupan jaringan irigasi, wilayah pertanian yang telah terlayani, serta langkah konkret pemerintah dalam memastikan ketersediaan air bagi petani di Kabupaten Pringsewu.
Menurut massa aksi, ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan mendasar dalam menunjang keberlangsungan musim tanam, menjaga produktivitas lahan, serta mendukung kesejahteraan petani.
Karena itu, pemerintah daerah diminta memberikan penjelasan secara terbuka mengenai sejauh mana jaringan irigasi yang ada mampu memenuhi kebutuhan pertanian, termasuk upaya mengatasi wilayah yang belum mendapatkan pasokan air secara memadai.
Bagi petani, keberhasilan pembangunan infrastruktur sumber daya air tidak hanya diukur dari keberadaan bendungan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat, terutama para petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.
SPI berharap pemerintah daerah segera menyusun langkah penyelesaian yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga persoalan pengairan tidak terus berulang setiap musim tanam.
Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
Ketidakpastian mengenai tindak lanjut tuntutan tersebut mendorong SPI menyampaikan peringatan bahwa mereka berpotensi kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar apabila aspirasi yang disampaikan tidak mendapatkan respons sebagaimana diharapkan.
“Jika kehadiran Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas tidak diindahkan, maka akan ada aksi unjuk rasa yang lebih besar,” tegas perwakilan pengunjuk rasa.
Aksi berlangsung dengan pengawalan personel Polres Pringsewu bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pringsewu guna menjaga keamanan dan ketertiban selama penyampaian aspirasi.
Setelah menyampaikan tuntutan di halaman Kantor Bupati Pringsewu, massa kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Pringsewu untuk melanjutkan penyampaian aspirasi kepada lembaga legislatif daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong DPRD turut menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan air untuk sektor pertanian.
Hingga berita ini diterbitkan, Potensinasional.id belum memperoleh keterangan langsung dari Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas terkait tuntutan SPI, termasuk mengenai alasan ketidakhadirannya menemui massa aksi.
Persoalan distribusi air Bendungan Way Sekampung kini menjadi perhatian yang membutuhkan penjelasan dan tindak lanjut dari pemerintah daerah. Petani berharap adanya kepastian mengenai pengelolaan dan penyaluran air agar infrastruktur yang telah dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu.
Bagi para petani, persoalannya bukan semata-mata tentang ketersediaan sumber air, melainkan bagaimana air tersebut dapat dialirkan secara efektif, menjangkau lahan yang membutuhkan, dan mendukung keberlangsungan usaha pertanian mereka.
(Wasis)










