PRINGSEWU, Potensinasional.id – Sorotan terhadap pelayanan RSU Mitra Husada Kabupaten Pringsewu kembali menguat. Setelah keluarga almarhumah Marhamah (70) mengeluhkan keterlambatan ambulans untuk pemulangan jenazah, pihak rumah sakit dinilai belum menunjukkan sikap empati maupun tanggung jawab institusional.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari yang sama saat almarhumah dinyatakan meninggal dunia. Keluarga mengaku telah menyampaikan keluhan sejak pagi terkait lamanya penanganan ambulans. Namun hingga berjam-jam setelah kejadian, tidak ada permintaan maaf maupun klarifikasi resmi dari manajemen rumah sakit.
Ironisnya, alih-alih memberikan penjelasan, RSU Mitra Husada justru mengirimkan pesan survei kepuasan layanan melalui aplikasi WhatsApp kepada RW, anak almarhumah, sekitar pukul 18.00 WIB, 30/12/2025.
Dalam pesan tersebut, pihak rumah sakit menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan keluarga serta meminta kesediaan untuk mengisi kuesioner kepuasan layanan. Nama almarhumah Marhamah juga tercantum secara langsung dalam pesan, yang oleh pihak keluarga dinilai sangat tidak sensitif mengingat kondisi psikologis mereka yang masih dalam suasana duka.
“Belum ada penjelasan atau permintaan maaf sama sekali. Tapi kami justru diminta menilai kepuasan layanan. Ini sangat mengejutkan dan menyakitkan,” ujar RW kepada wartawan.
Pengiriman pesan tersebut semakin menambah kekecewaan keluarga. Mereka mempertanyakan sistem dan etika komunikasi RSU Mitra Husada, serta menduga survei kepuasan dikirim secara otomatis tanpa mempertimbangkan kondisi pasien maupun keluarga yang baru saja kehilangan anggota keluarganya.
Keluarga juga menyoroti absennya protokol empati dalam penanganan kasus kematian pasien, terutama ketika terjadi persoalan layanan seperti keterlambatan ambulans.
Dalam konteks pelayanan kesehatan, penanganan pasien meninggal dunia tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan etika. Permintaan penilaian kepuasan di tengah suasana duka, tanpa klarifikasi dan permohonan maaf, dinilai mencerminkan kegagalan manajemen rumah sakit dalam membaca situasi krisis.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSU Mitra Husada Kabupaten Pringsewu belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keterlambatan ambulans maupun pengiriman pesan survei kepuasan kepada keluarga pasien. (Borneo)









