Deru Sepi di Pasar Induk Pringsewu, Juru Parkir Mengais Harap di Tengah Pendapatan yang Kian Menyusut

Pringsewu, Potensinasional.id — 5 April 2026 — Suasana lengang yang kian terasa di Pasar Induk Pringsewu membawa dampak nyata bagi para juru parkir. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mengaku pendapatan terus merosot seiring menurunnya jumlah pengunjung pasar.

Salah satu juru parkir, Sukardi, mengungkapkan bahwa penurunan tersebut sudah berlangsung selama dua hingga tiga tahun terakhir. Ia menilai berkurangnya minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional menjadi penyebab utama kondisi ini.

“Sekarang pendapatan dari parkir terus menurun dibandingkan tiga tahun lalu. Bahkan di tahun 2026 ini penurunannya semakin terasa,” ujar Sukardi saat ditemui di area pasar.

Menurutnya, kondisi ini membuat para juru parkir kerap kesulitan memenuhi kewajiban setoran harian. Tak jarang, hasil yang diperoleh hanya cukup untuk menutup setoran, bahkan sesekali masih kurang.

“Kadang cukup untuk setoran, tapi sering juga tidak. Ini jelas memberatkan kami,” tambahnya.

Para juru parkir pun berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah melalui dinas terkait. Mereka menginginkan upaya seperti revitalisasi pasar atau program lain yang mampu menghidupkan kembali aktivitas jual beli di pasar tradisional.

“Kami berharap Pasar Pringsewu bisa ramai lagi seperti dulu. Ada solusi agar kami juga bisa bertahan,” tutup Sukardi.

Menurunnya aktivitas di pasar tradisional menjadi tantangan serius di tengah pesatnya pertumbuhan pusat perbelanjaan modern serta perubahan pola konsumsi masyarakat. Diperlukan strategi yang tepat agar pasar tradisional tetap eksis sebagai denyut ekonomi rakyat. (Borneo)