Diduga Tolak Permintaan Warga Cek Kondisi Lansia, Sikap Oknum Bidan di Panutan Disorot, Kasus Akan Dilaporkan ke Dinkes Pringsewu

Pringsewu, Potensinasional.id– Sikap seorang bidan yang berdomisili di Dusun 5 Lohjinawi, Pekon Panutan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, menuai sorotan warga. Oknum bidan tersebut diduga menolak permintaan masyarakat yang meminta bantuan untuk memastikan kondisi seorang lansia yang diduga telah meninggal dunia. 20/4/2026

Peristiwa itu bermula saat warga mendatangi kediaman bidan untuk meminta bantuan mengecek kondisi seorang bibi dari warga yang ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya. Warga hanya meminta bantuan untuk memastikan apakah yang bersangkutan telah meninggal dunia atau masih terdapat tanda-tanda kehidupan.

Namun, menurut keterangan warga, saat didatangi di kediamannya, bidan tersebut memberikan jawaban bahwa dirinya tidak dapat membantu karena belum mandi. Jawaban tersebut kemudian menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait kepedulian tenaga kesehatan serta penerapan kode etik kebidanan dalam situasi darurat.

“Warga hanya minta tolong memastikan kondisi, apakah sudah meninggal atau belum. Tapi dijawab tidak bisa karena belum mandi. Itu membuat masyarakat mempertanyakan kepedulian tenaga kesehatan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi di tempat kerja yang bersangkutan di Puskesmas Bumiratu. Namun, saat didatangi, bidan yang dimaksud tidak berada di lokasi. Awak media kemudian hanya berhasil menemui Kepala KUPT Puskesmas Bumiratu.

Kepala KUPT Puskesmas Bumiratu menyampaikan bahwa pihaknya telah menanyakan langsung kepada bidan yang bersangkutan terkait kejadian tersebut. Dari hasil klarifikasi internal, bidan tersebut mengakui bahwa saat itu dirinya belum dapat memenuhi permintaan warga.

“Ya mas, sudah saya tanyakan kepada Bidan Emi. Ia menyampaikan, ‘ya bu, pas itu saya belum mandi’,” ujar Kepala KUPT Puskesmas Bumiratu saat dikonfirmasi awak media.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan masyarakat dan media. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh tenaga kesehatan agar lebih responsif terhadap kondisi darurat di tengah masyarakat.

“Terima kasih mas sudah mengingatkan kami. Dengan ini kami bisa menekankan kepada semua perawat dan bidan yang bertugas di sini supaya lebih peduli dengan keluhan masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak awak media akan melanjutkan, bahwa kasus tersebut akan diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu untuk penanganan dan pembinaan lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat yang berharap tenaga kesehatan, khususnya bidan dan perawat, dapat lebih sigap dalam memberikan pelayanan, terutama ketika warga membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.

Lalu awak media menghubungi ibu bidan via telepon “iya pak kemaren ada orang datang kerumah saya waktu itu saya lagi nyuci motor sehingga badan saya masih posisi basah dan saya harus mandi terlebih dahulu, pikir saya kalau mau nunggu saya kemungkinan butuh waktu lama dan anjuran saya untuk cari medis yang lain saja. Tutupnya.  (Borneo)