Pesisir Barat, Potensinasional.id | 9 Januari 2026 —
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat LIPAN (Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara) wilayah Kabupaten Pesisir Barat, Yasir, memenuhi panggilan klarifikasi dari penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Pesisir Barat, terkait laporan dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di 14 sekolah berbagai jenjang di wilayah tersebut.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung di ruang penyidik Tipidkor Polres Pesisir Barat, Yasir mengaku telah menjawab 17 pertanyaan yang diajukan penyidik, Briptu Dasef Ubaidillah, SH, seputar kronologi awal hingga proses pelaporan dugaan penyimpangan Dana BOS yang sebelumnya telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Alhamdulillah, saya baru saja keluar dari ruang penyidik Tipidkor Polres Pesisir Barat untuk memenuhi panggilan klarifikasi atas laporan dugaan korupsi Dana BOS yang kami sampaikan beberapa waktu lalu. Saya telah menjawab 17 pertanyaan dari penyidik,” ujar Yasir kepada awak media.
Yasir menjelaskan, dalam pemeriksaan tersebut dirinya hadir tanpa pendamping di dalam ruang penyidik, sesuai dengan undangan resmi yang diterimanya. Namun demikian, tim media serta perwakilan Ormas GRIB Jaya tetap berada di lingkungan Polres Pesisir Barat sebagai bentuk dukungan moral.
“Kami sebagai pelapor tentu merasa senang karena penyidik menggali secara detail mulai dari awal temuan hingga proses pelaporan. Apa yang saya sampaikan semoga dapat menjadi petunjuk awal bagi penyidik untuk menindaklanjuti perkara ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yasir menegaskan bahwa proses hukum tentu membutuhkan waktu dan tahapan sesuai aturan yang berlaku. Oleh karena itu, ia berharap adanya dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
“Kasus ini akan berjalan sesuai mekanisme hukum. Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Yasir juga menegaskan bahwa langkah pelaporan tersebut dilandasi oleh rasa cinta terhadap Kabupaten Pesisir Barat, bangsa, dan negara, serta komitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka korupsi.
“Ini adalah wujud kecintaan saya terhadap Pesisir Barat, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta dukungan saya kepada Presiden Prabowo Subianto. Harapan kami, dengan langkah ini, grafik korupsi di kabupaten yang berjuluk Sai Batin dan Ulama dapat terus menurun,” katanya.
Menurut Yasir, pelaporan dugaan korupsi Dana BOS ini juga bertujuan memberikan peringatan dan edukasi kepada para kepala sekolah agar memahami esensi penggunaan Dana BOS.
“Dana BOS harus benar-benar dimaknai untuk memenuhi hak-hak peserta didik sesuai aturan. Kami ingin semua pihak memahami maksud dan tujuan pelaporan ini,” tegasnya.
Yasir mengaku optimistis aparat penegak hukum mampu mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan praktik markup maupun penyimpangan Dana BOS, termasuk jika terdapat keterlibatan pihak lain dalam regulasi atau tata kelolanya.
“Kami berharap Polres Pesisir Barat tidak berhenti pada pemeriksaan kepala sekolah dan bendahara saja, tetapi juga menelusuri seluruh pihak yang terlibat. Kita percayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang sedang bekerja,” pungkasnya.
(Z. Abidin)
