Kolaborasi Pemprov Maluku–MUI Fokus Bangun Energi Terbarukan dan Ekonomi Masyarakat Pulau

MALUKU, Potensinasional.id – Pemerintah Provinsi Maluku terus mempercepat pengembangan energi terbarukan sebagai solusi keterbatasan akses listrik di wilayah kepulauan. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan resmi yang digelar di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (9/4/2026), bersama jajaran pemerintah daerah, pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, serta sejumlah mitra strategis.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai dua itu menjadi forum penting untuk merumuskan langkah konkret dalam memperluas akses energi di wilayah terpencil. Pembahasan tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan MUI dari berbagai bidang, Ketua MUI Provinsi Maluku, para asisten sekretariat daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah terkait, serta perwakilan mitra kerja. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan sinergi kuat dalam mendorong pembangunan berbasis energi bersih.

Ketua MUI Bidang Ekonomi, M. Azrul Tanjung, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pihaknya tengah merancang program strategis berbasis pemberdayaan masyarakat melalui koperasi yang berorientasi pada pemanfaatan energi terbarukan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi menuju sumber yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, program akan difokuskan pada pembangunan pembangkit energi di wilayah kepulauan yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber listrik, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Fasilitas tersebut dirancang multifungsi, termasuk mendukung kebutuhan produksi seperti penyediaan es bagi nelayan dan aktivitas industri kecil lainnya.

Menurutnya, koperasi akan menjadi instrumen utama dalam pengelolaan program. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku aktif dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis energi terbarukan.

“Penguatan peran koperasi diharapkan mampu menciptakan pemerataan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif yang diusung MUI. Ia menilai program tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan sektor energi dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang memiliki gagasan konstruktif untuk kemajuan daerah. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga diwujudkan melalui kebijakan dan fasilitasi agar program berjalan efektif.

Wakil Gubernur menilai program ini memiliki nilai strategis, terutama dalam menjawab tantangan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar yang masih mengalami keterbatasan akses energi. Pendekatan berbasis energi terbarukan dinilai sebagai solusi yang relevan dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, jika program ini dikembangkan secara nasional dan diimplementasikan secara konsisten, dampaknya akan signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Keterlibatan kementerian dan mitra strategis juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaannya.

Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya perencanaan matang serta pengawasan berkelanjutan agar program tidak berhenti pada tahap wacana. Implementasi di lapangan harus memperhatikan kondisi geografis, kesiapan sumber daya manusia, serta keberlanjutan operasional.

Menutup pertemuan, Wakil Gubernur kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendukung setiap langkah konkret pengembangan energi terbarukan. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, MUI, dan mitra strategis dapat terus diperkuat guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Maluku. (IPAN)

Exit mobile version