Pembangunan Jembatan Garuda Capai 96 Persen, Warga Sukoharjo–Gadingrejo Sambut Gembira Akses Baru Antar Kecamatan

PRINGSEWU, Potensinasional.id Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu. Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Tahap II yang menghubungkan Pekon Sukoharjo IV, Kecamatan Sukoharjo, dengan Pekon Jogjakarta, Kecamatan Gadingrejo, kini telah mencapai 96 persen dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Jembatan sepanjang 80 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut menjadi harapan baru bagi warga dua kecamatan yang selama ini terpisah oleh aliran Sungai Way Sekampung. Kehadiran jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung wilayah, tetapi juga membuka akses lebih cepat menuju pusat pemerintahan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi di Kabupaten Pringsewu.

Proyek pembangunan jembatan tersebut melibatkan 27 personel gabungan, terdiri dari 15 prajurit TNI, 4 anggota Vertical Rescue Indonesia (VRI), serta 8 warga setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, relawan, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga.

Komandan Kodim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.I.P. menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.

“Pembangunan ini bukan sekadar pekerjaan fisik. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, selama ini warga harus memutar jauh ketika ingin menuju Kecamatan Gadingrejo atau pusat Kabupaten Pringsewu, terlebih saat musim hujan ketika debit Sungai Way Sekampung meningkat.

“Dengan adanya jembatan ini, mobilitas masyarakat akan meningkat signifikan. Akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian akan menjadi lebih cepat. Ini merupakan investasi langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data teknis di lapangan, beberapa pekerjaan utama bahkan telah selesai sepenuhnya. Penggalian lubang anchor serta pembuatan garpu dan anchor telah mencapai 100 persen, begitu juga dengan pemasangan hanger jembatan.

Sementara itu, pekerjaan lainnya masih dalam tahap penyelesaian, di antaranya pemasangan papan dan ram kawat yang telah mencapai 80 persen, pemasangan pagar jembatan 80 persen, serta pemasangan plang identitas dan pengecatan yang sudah mencapai 85 persen.

Warga Sambut Dengan Sukacita

Kehadiran jembatan tersebut disambut penuh kegembiraan oleh masyarakat Sukoharjo dan Gadingrejo. Warga menilai jembatan itu sebagai “hadiah pembangunan” yang selama ini mereka harapkan.

Sukardi (45), petani kelapa sawit asal Sukoharjo IV, mengaku selama bertahun-tahun warga kerap kesulitan ketika sungai meluap.

“Kalau sungai meluap kami sering terisolasi. Hasil panen harus dibawa memutar jauh. Dengan adanya jembatan ini jarak ke pasar bisa dipangkas setengahnya,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

Hal serupa disampaikan Tono, petani setempat yang mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, akses menuju lahan pertanian dan pasar kini akan jauh lebih mudah.

“Selama ini kalau mau ke Gadingrejo harus memutar jauh. Kalau jembatan ini selesai, kendaraan roda dua bisa langsung lewat. Kami sangat senang,” katanya.

Tokoh masyarakat setempat, Rahwoyo, juga menilai jembatan ini akan membawa dampak besar bagi kehidupan warga.

Menurutnya, selain memperlancar aktivitas ekonomi, jembatan tersebut juga akan mempermudah masyarakat menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan.

“Ke Puskesmas Gadingrejo nanti bisa ditempuh sekitar 30 menit saja. Anak-anak juga lebih mudah pergi ke sekolah,” ujarnya.

Apresiasi Pemerintah

Pembangunan jembatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal dan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.

Bupati Pringsewu menyampaikan terima kasih kepada TNI melalui Kodim 0424/Tanggamus yang telah membantu pembangunan infrastruktur bagi masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pringsewu, kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0424/Tanggamus. Jembatan ini diharapkan dapat mempercepat akses pendidikan serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Riyanto.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal menilai program percepatan pembangunan yang dilakukan TNI sangat membantu masyarakat di daerah.

Ia menyebutkan program tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Tanggamus dan kini berlanjut di Pringsewu, bahkan direncanakan akan diterapkan juga di wilayah Lampung Timur.

Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, masyarakat kini menanti momen peresmian jembatan tersebut. Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diharapkan menjadi simbol kemajuan dan konektivitas baru bagi warga Sukoharjo dan Gadingrejo.

(Borneo)

Exit mobile version