Pembangunan PU Jalan di Ngambur Pesisir Barat Diduga Asal-Asalan, Warga Layangkan Protes

Pesisir Barat, Potensinasional.id — Proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Pekon Sumberagung dan Pekon Ulok Mukti, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, menuai kritik dari warga. Pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai standar teknis, Selasa (25/11/2025).

Sejumlah warga yang ditemui enggan namanya dipublikasikan. Namun, mereka mengaku kecewa dengan metode pengerjaan yang dinilai tidak profesional.

“Mulai dari tahapan pengerjaannya sudah tidak benar. Aspal lama tidak dikeruk dengan baik, tidak ada pemadatan, bahkan talud yang dipasang banyak tercampur lumpur. Bagaimana ini bisa awet sementara anggarannya besar?” ungkap salah satu warga.

Proyek Bernilai Rp1,5 Miliar: Berdasarkan hasil penelusuran tim Potensinasional.id di lokasi, pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV. Kakalau Butuah dengan nilai kontrak:

📌 Rp 1.566.924.899,20
📌 Nomor Kontrak: 01/KTR/APBD/BM/IV.03.03/2025

Namun saat awak media mencoba melakukan konfirmasi, pihak pelaksana maupun kontraktor tidak berada di lokasi.

Menurut salah satu pekerja harian, pelaksana proyek jarang turun langsung ke lapangan.

“Bosnya jarang datang. Kami cuma kerja sesuai perintah,” ujarnya singkat.

Warga Pertanyakan Pengawasan: Warga menilai proyek tersebut minim pengawasan dan terkesan dibiarkan berjalan tanpa pengendalian mutu.

“Ini uang rakyat. Wajar kami menegur. Pekerjaan jangan seenaknya, harus sesuai standar. Kalau asal-asalan begini, jalan tidak akan bertahan lama,” sambung warga lainnya.

Respons Peratin Ulok Mukti: Peratin Pekon Ulok Mukti, Hipzon, saat ditemui di kantor pekon membenarkan adanya pembangunan tersebut. Namun ia menyatakan pihak pelaksana sama sekali belum melakukan koordinasi dengan pemerintah pekon.

“Betul ada pembangunan. Tapi sampai hari ini pihak pelaksana belum pernah datang menemui saya,” tegasnya.

Belum Ada Keterangan Resmi: Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun dinas teknis terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan mengenai dugaan ketidaksesuaian teknis pekerjaan.

Tim Potensinasional.id masih terus berupaya mendapatkan keterangan resmi dari pihak terkait dan akan menyampaikan informasi lanjutan pada pemberitaan berikutnya.   (Z.Abidin)