Pemkab Nias Utara Sosialisasikan Informasi Rawan Bencana, Sekda: Kesiapsiagaan Dimulai dari Keluarga

Lotu – Potensinasional.id–/Pemerintah Kabupaten Nias Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Utara menggelar Sosialisasi Pelayanan Informasi Rawan Bencana Tahun Anggaran 2026 di Tribun Kabupaten Nias Utara, Jumat, 5 Juni 2026.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Utara, Bazatulo Zebua, dan dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nias Utara Yasokhi Hulu beserta jajaran, serta 63 orang peserta dari desa-desa di Kabupaten Nias Utara.

Dalam laporannya, Kalak BPBD Yasokhi Hulu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mitigasi bencana melalui rangkaian sosialisasi, komunikasi, dan edukasi mengenai potensi risiko bencana di wilayah Kabupaten Nias Utara. Tujuannya meningkatkan kewaspadaan masyarakat, mengurangi risiko kerugian harta benda maupun korban jiwa, serta meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

Pada arahannya, Sekda Bazatulo Zebua menegaskan Kabupaten Nias Utara memiliki berbagai potensi kebencanaan, baik alam maupun non alam, meliputi Gempa Bumi, Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Kekeringan, Kebakaran Lahan Hutan, Kebakaran Perkotaan dan Pemukiman, Angin Badai, Wabah Penyakit, dan Konflik Sosial. Menurutnya, diperlukan langkah yang tepat, cepat, dan berdaya guna serta perencanaan matang agar penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara terarah dan terpadu.

“Untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana perlu dibangun sejak dini dimulai dari lingkungan terkecil dan keluarga. Kesiapan masyarakat menghadapi bencana menentukan besar kecilnya risiko dan dampak bencana yang akan diterima,” ujar Bazatulo Zebua.

Sekda menambahkan, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah Daerah, unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media cetak, elektronik, dan sosial media. Ia menegaskan informasi rawan bencana bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penyelamat nyawa.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa saluran informasi peringatan dini dan status kerawanan wilayah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat tapak, termasuk kelompok rentan,” pungkasnya.

[Darmawan Zalukhu]

Exit mobile version