Maluku Tenggara, Potensinasional.id – Upaya pemerataan akses layanan dasar kembali menunjukkan hasil nyata. Setelah penantian panjang, masyarakat Ohoi Waer, Kabupaten Maluku Tenggara, akhirnya menikmati aliran listrik yang resmi beroperasi pada 9 April 2026. Kehadiran listrik ini menjadi tonggak penting dalam mendorong pembangunan wilayah pedesaan yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses energi.
Masuknya listrik tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh. Selama bertahun-tahun, warga Ohoi Waer hidup dalam kondisi serba terbatas tanpa penerangan yang memadai. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas rumah tangga, pendidikan, hingga perkembangan ekonomi lokal. Kini, dengan mulai beroperasinya jaringan listrik, masyarakat memasuki fase baru yang lebih menjanjikan.
Kepala Ohoi Waer, Stevi Tayanan, menyampaikan bahwa realisasi program kelistrikan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap wilayah terpencil. Menurutnya, listrik bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan mendasar yang seharusnya dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Ia menilai hadirnya listrik menjadi langkah maju dalam mewujudkan keadilan pembangunan di Maluku Tenggara.
Pembangunan jaringan listrik tersebut juga tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat. Warga dari beberapa ohoi, yakni Waer, Waerat, dan Hoor, bergotong royong membuka jalur instalasi listrik sepanjang kurang lebih 11 kilometer. Partisipasi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap percepatan pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan.
Proses pembersihan jalur dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah yang cukup menantang. Masyarakat bekerja secara kolektif agar pemasangan jaringan listrik dapat berjalan lancar. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat sebagai penerima manfaat.
Stevi Tayanan juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menilai pendekatan partisipatif mampu memperkuat kepercayaan warga sekaligus mempercepat realisasi program pembangunan di desa.
Pemerintah daerah sendiri menyatakan bahwa elektrifikasi pedesaan menjadi agenda prioritas dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Penyediaan infrastruktur dasar seperti listrik diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
Meski jaringan listrik telah mulai berfungsi, masih dibutuhkan pembangunan infrastruktur pendukung seperti menara atau tower listrik untuk menjaga stabilitas distribusi energi. Fasilitas tersebut dinilai penting agar seluruh wilayah dapat menikmati layanan listrik secara optimal tanpa gangguan teknis.
Pemerintah desa bersama masyarakat berharap pembangunan kelistrikan dapat terus dilanjutkan hingga lebih sempurna. Keberlanjutan program ini dinilai penting untuk mendukung aktivitas produktif masyarakat yang mulai berkembang sejak hadirnya listrik.
Bagi warga, kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi simbol kemajuan dan peningkatan taraf hidup. Peluang usaha terbuka, kegiatan belajar anak-anak menjadi lebih optimal, dan aktivitas sehari-hari kini dapat dilakukan dengan lebih efisien. Masuknya listrik ke Ohoi Waer pun menjadi penanda perubahan besar setelah penantian panjang puluhan tahun, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masa depan masyarakat setempat. (Ipan)
