Semarak Idul Adha 1447 H, Masjid Al Muttaqin Pringsewu Selatan Gelar Khitanan Massal dan Penyembelihan 10 Sapi Kurban

PRINGSEWU, Potensinasional.id– Semarak Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al Muttaqin Pringsewu Selatan berlangsung penuh khidmat dan kepedulian sosial. Dalam rangka mempererat nilai kebersamaan serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat, Takmir Masjid Al Muttaqin bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pringsewu Selatan dan KL LAZISMU Al Muttaqin menggelar kegiatan khitanan massal, Rabu (27/5/2026).

Ketua Takmir Masjid Al Muttaqin Pringsewu Selatan, H. Munir Effendi, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang telah berjalan selama enam tahun berturut-turut.

“Khitanan massal ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial Muhammadiyah kepada masyarakat. Alhamdulillah, kegiatan ini terus berjalan dan kini memasuki tahun ke-6 pelaksanaannya,” ujar Munir Effendi.

Ia menjelaskan, peserta khitanan massal berasal dari berbagai desa dan pekon di Kabupaten Pringsewu. Kegiatan tersebut ditangani oleh tenaga medis profesional yang dipimpin langsung oleh dr. Rinto selaku koordinator pelaksana.

“Jumlah peserta khitanan massal tahun ini sebanyak 29 anak. Seluruh peserta mendapat pelayanan kesehatan yang baik dari tim medis,” jelasnya.

Sebelum pelaksanaan khitanan massal, warga dan simpatisan Muhammadiyah Pringsewu Selatan terlebih dahulu melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 H di halaman Masjid Al Muttaqin pada Rabu pagi pukul 07.00 WIB.

Bertindak sebagai imam dan khatib yakni Ustadz Hiban Najib Saputra, M.Pd, selaku Wakil Direktur Pondok Pesantren Putri Muhammadiyah At-Tanwir Kota Metro. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema “Melalui Idul Adha Membentuk Pribadi Iman dan Taqwa.”

Usai pelaksanaan Sholat Id, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang dimulai pukul 08.00 WIB. Tahun ini, panitia kurban Masjid Al Muttaqin menerima dan menyembelih sebanyak 10 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar karena tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Budi P)