Pringsewu, Potensinasional.id – Tingginya angka pelanggaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Pringsewu mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pringsewu untuk mengintensifkan patroli serta edukasi kepada masyarakat.
Dalam tiga hari pelaksanaan Operasi Keselamatan, petugas mencatat sebanyak 510 pelanggaran lalu lintas. Mayoritas pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran kasat mata, seperti pengendara tidak mengenakan helm, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan sabuk pengaman, hingga penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong.
Sebagai tindak lanjut, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Keselamatan Polres Pringsewu menggelar patroli lalu lintas di sepanjang Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinsum), pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
Patroli difokuskan pada titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, dengan menyasar jam-jam rawan, khususnya saat jam berangkat dan pulang sekolah serta jam aktivitas masyarakat.
Selain patroli, petugas juga mengintensifkan kegiatan sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas secara langsung kepada masyarakat, disertai pembagian brosur keselamatan berkendara. Materi yang disampaikan antara lain pentingnya penggunaan helm dan sabuk pengaman serta kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan.
Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif dalam Operasi Keselamatan, guna meningkatkan disiplin masyarakat serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
“Melihat masih tingginya pelanggaran, kami mengedepankan pendekatan edukatif agar kesadaran masyarakat semakin meningkat. Harapannya, angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan,” ujar Iptu Kadek mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra.
Ia menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebutuhan dan budaya masyarakat, bukan semata karena kehadiran petugas di lapangan. Menurutnya, banyak peristiwa kecelakaan bermula dari pelanggaran kecil yang kerap dianggap sepele.
“Jangan menunggu kecelakaan baru menyadari pentingnya keselamatan. Gunakan helm, sabuk pengaman, patuhi rambu, serta batas kecepatan,” tegasnya.
Selain itu, Iptu Kadek juga mengingatkan peran penting orang tua dalam mengawasi anak-anak yang telah menggunakan kendaraan ke sekolah. Penanaman disiplin berlalu lintas sejak dini dinilai sangat penting.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Jika semua disiplin, kecelakaan dapat ditekan dan seluruh pengguna jalan bisa selamat sampai tujuan,” pungkasnya.
(Deni)










