Hal tersebut disampaikan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten Pringsewu bersama Kementerian Dalam Negeri di Aula Utama Kantor Pemkab Pringsewu, pada Kamis, 24 September 2026.
Namun di sisi lain, kata Bupati, Kabupaten Pringsewu masih menghadapi tantangan berupa tingginya tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65% atau di atas rata-rata Provinsi Lampung. Oleh karena itu, pihaknya melakukan berbagai langkah inovatif dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Diantaranya melalui program Corporate Farming di Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, dengan total luas lahan pilot project ± 50 hektar, dengan perincian luas lahan bengkok 14 hektar, dan lahan milik petani 36 hektar yang akan dikembangkan menjadi kawasan pertanian modern berbasis koperasi,” katanya.
Kemudian program hilirisasi produk unggulan daerah, berupa ubi kayu menjadi tepung mocaf, dengan potensi perputaran ekonomi Rp 337,5 miliar, dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.258 jiwa pada 2029 mendatang. Selanjutnya program pemagangan ke Jepang di mana pada 2025 telah diberangkatkan 58 tenaga kerja terampil, dan pada 2026 ini ditargetkan 100 tenaga kerja, dan yang telah masuk tahap medical check up sebanyak 73 orang.
“Selain itu, juga program percepatan infrastruktur pembangunan lampu jalan melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi baru di setiap pekon, serta program percepatan penataan wajah kota, termasuk penataan sentra UMKM,” paparnya pada kegiatan yang dihadiri Kepala Balai Pemerintahan Desa Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Satria Gunawan, S.E., M.M. selaku Tim Kerja Pemantauan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, beserta jajaran pemkab, DPRD dan forkopimda Pringsewu.
Oleh karena itu, dengan telah ditetapkannya target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8,0% dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, dibutuhkan sinergitas dari pemerintah daerah melalui kebijakan dan program yang selaras dengan kebijakan nasional. Diharapkan kedepan terbangun sinergi dan komitmen bersama, sehingga percepatan pertumbuhan ekonomi daerah bukan sekadar target dalam dokumen perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan yang hasilnya dapat dirasakan masyarakat.
“Dengan semangat kolaborasi, kerja nyata, dan tanggungjawab bersama, mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah untuk memperkuat perekonomian Kabupaten Pringsewu yang inklusif, produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ant)










