Pringsewu, Potensinasional– Warga di sekitar pabrik penggilingan padi di Pekon Jati Agung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, mengeluhkan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pabrik, terutama polusi udara yang dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan.
Menurut salah satu warga yang ditemui pada Senin (30/09/2024), proses penggilingan padi menghasilkan banyak debu, khususnya dari bahan baku yang dihancurkan. “Proses penggilingan menghasilkan banyak debu, terutama dari bahan baku yang dihancurkan, yang dapat mencemari udara. Debu ini berbahaya bagi kesehatan manusia dan ekosistem sekitarnya,” ungkap warga setempat.
Selain debu, pabrik tersebut juga diketahui melepaskan gas-gas beracun seperti karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO₂), nitrogen oksida (NOx), serta partikel-partikel lainnya. Gas-gas tersebut berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, terutama terkait gangguan pernapasan, serta berkontribusi pada kerusakan lapisan ozon.
Warga berharap adanya tindakan segera untuk mengurangi dampak negatif ini. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain penerapan teknologi ramah lingkungan, penggunaan sistem filtrasi udara, pengelolaan limbah secara tepat, serta pemantauan kualitas udara dan air secara berkala untuk memastikan lingkungan tetap aman dan sehat bagi masyarakat sekitar.
Jika tidak segera diatasi, kekhawatiran warga terkait polusi ini dapat berujung pada permasalahan kesehatan yang lebih serius, sehingga membutuhkan perhatian dari pihak terkait dan pemerintah setempat.
Saat di konfirmasi Budi pemilik pabrik menyampaikan benar sudah ada yang mengeluh terkait dengan polusi dari pabrik kami, kilahnya. (BORNEO)