Diduga Terlibat Perselingkuhan, Oknum Peratin di Pesisir Barat Disorot Warga

Pesisir Barat, Potensinasional.id – Dugaan perselingkuhan yang menyeret seorang oknum Peratin (kepala pekon) di Kabupaten Pesisir Barat mulai menjadi sorotan publik. Oknum Peratin berinisial HD itu diduga memiliki hubungan terlarang dengan seorang perempuan asal Tanggamus berinisial WA, hingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, perempuan berinisial WA mengaku dirinya merasa dirugikan secara moral dan nama baiknya tercemar akibat persoalan tersebut. Bahkan, ia berencana membawa perkara ini ke ranah hukum dengan melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

“Kejadian ini sangat merugikan saya, baik secara pribadi maupun nama baik saya. Saya ingin mencari keadilan melalui jalur hukum,” ujar WA kepada awak media.

WA juga mengungkapkan, persoalan tersebut bermula sejak bulan Ramadan lalu. Selain dugaan adanya hubungan pribadi yang tidak semestinya, ia mengaku terdapat barang pribadi berupa telepon genggam yang disebut menjadi bagian dari persoalan tersebut.

Tak hanya itu, korban juga merasa keberatan atas dugaan penyebaran informasi yang dinilainya merugikan dan mempermalukan dirinya di tengah masyarakat.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, oknum Peratin berinisial HD membantah seluruh tudingan tersebut. Dalam keterangannya, HD menyebut informasi yang beredar tidak benar dan merupakan fitnah.

“Itu tidak benar, semuanya fitnah,” tegas HD.

Di sisi lain, masyarakat menyayangkan munculnya dugaan persoalan yang menyeret nama pemimpin pekon mereka. Warga menilai, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan, bukan justru menjadi sorotan karena dugaan perilaku yang dinilai tidak pantas.

“Kami meminta instansi terkait, termasuk Inspektorat dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, untuk segera menindaklanjuti persoalan ini secara serius. Jika terbukti melanggar, harus ada tindakan tegas,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain meminta klarifikasi atas dugaan persoalan pribadi tersebut, warga juga mendesak adanya evaluasi terhadap kepemimpinan oknum Peratin dimaksud demi menjaga marwah pemerintahan pekon.

Hingga berita ini diterbitkan, kasus tersebut masih menjadi perhatian masyarakat dan belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait langkah tindak lanjut atas dugaan tersebut.

(Zainal)