PRINGSEWU, http://potensinasional.id – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengajak pengurus dan anggota Aisyiyah Pringsewu untuk bersama-sama ikut menyukseskan program unggulan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Khususnya terkait ketahanan keluarga, yakni kelas orang tua, kebun pekarangan, dan bank sampah, dalam rangka mewujudkan Pringsewu Makmur (Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul dan Religius).
Ajakan tersebut disampaikannya pada acara peringatan Milad ke-109 Aisyiyah bertema ‘Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan Untuk Mewujudkan Perdamaian’ yang dihadiri jajaran pemerintah daerah dan forkopimda, serta pimpinan wilayah Aisyiyah Lampung dan pimpinan daerah Muhammadiyah serta Aisyiyah Pringsewu di Graha KH.Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Pringsewu, pada Sabtu (27 Juni 2026).
“Kami mendorong lembaga PAUD-TK di Kabupaten Pringsewu untuk menyelenggarakan kelas orang tua setiap pekannya atau minimal sebulan sekali, yang dimulai dari jenjang PAUD-TK, karena anak usia dini adalah fase fondasi. Ibarat bangunan, fondasi sangat penting agar tubuh dari bangunan tersebut tidak roboh, ” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang menyusun buku khutbah tentang peran ayah dalam pengasuhan. Hal ini menjadi penting, karena Indonesia adalah salah satu negara dimana peran pengasuhan oleh ayah masih sangat minim atau bahkan ayah absen dalam pengasuhan anak.
“Program lainnya adalah Kebun Pekarangan, yang dinilai sangat strategis untuk Mitigasi Stunting dan Ketahanan Keluarga. Pekarangan rumah, halaman atau tanah kosong di sekitar rumah ibadah semuanya juga bisa dioptimalkan, karena setiap tanaman yang ditanam dan hewan yang dibudidaya merupakan nutrisi bagi anak-anak dan ketahanan pangan bagi keluarga,” katanya.
Selanjutnya adalah program Bank Sampah. Untuk diketahui saat ini TPA Bumiayu mengalami kelebihan kapasitas, sehingga diperlukan pemilihan sampah dengan baik. Bank Sampah ini adalah program yang mendorong pengurangan sampah dari hulunya, mengingat 70% sampah berasal dari rumah tangga. Namun demikian. inovasi-inovasi tersebut akan sia-sia tanpa adanya dukungan dan partisipasi masyarakat, termasuk Aisyiyah.

“Agar berbagai program ketahanan keluarga ini dapat berjalan dengan baik, saya juga telah mengikhlaskan istri saya, Rahayu Pamungkas untuk menjadi pendorong dan penggerak utama bagi memastikan tercapainya ketahanan keluarga di Kabupaten Pringsewu. Selamat Milad ke-109 Aisyiyah. Menembus usia lebih satu abad adalah bukti nyata kekuatan konsistensi, keikhlasan, dan ketangguhan dalam menebar kemaslahatan di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan,” pungkasnya. (Ara)










