PRINGSEWU, http://potensinasional.id – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) merupakan mitra strategis dalam membangun sebuah peradaban. Karenanya, ia berharap Muslimat NU dapat berperan aktif, bahkan menjadi penggerak dalam mendukung program unggulan di Kabupaten Pringsewu, khususnya terkait ketahanan keluarga.
Hal tersebut dikatakan Bupati Pringsewu pada acara pengajian akbar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU dengan tema ‘Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban’ di Lapangan Putrajaya, Pagelaran, Pringsewu, Lampung, pada Minggu (28 Juni 2026).
“Delapan puluh tahun adalah perjalanan panjang yang dipenuhi pengabdian, doa, air mata, perjuangan dan keikhlasan, serta menjadi bukti bahwa Muslimat NU telah menjadi bagian penting dari denyut kehidupan bangsa, hadir mendidik keluarga, menguatkan masyarakat, sekaligus menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah yang ramah, moderat, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.
Bupati Pringsewu juga mengajak Muslimat NU untuk terus menjadi penggerak ketika yang lain mulai menyerah. Serta menjadi pelita ketika banyak orang kehilangan arah. Sebab menurutnya, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesama. Terlebih, selama puluhan tahun Muslimat NU telah mengambil peran bagi perjalanan bangsa, diantaranya menjadi salah satu akar yang selama ini menjaga kokohnya pohon besar bernama Indonesia.
“Mari kita jadikan momentum Harlah ke-80 Muslimat NU sebagai ikhtiar bersama bagi memperkuat ukhuwah, memperluas kemanfaatan dan memperkokoh sinergi antara ulama, umara serta seluruh elemen masyarakat, demi terwujudnya Kabupaten Pringsewu Makmur, yaitu Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius, ” ucapnya.
Pada acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila beserta jajaran Pemkab Pringsewu, Pengurus Wilayah Muslimat NU Lampung dan Pengurus Cabang NU Pringsewu, juga turut dilantik Pengurus Cabang Muslimat NU Pringsewu, serta tausiyah yang disampaikan oleh Nyai Hj.Alfiatul Muniroh dari Bojonegoro, Jawa Timur. (Ra)
