PESISIR BARAT, Potensinasional.id-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda wilayah Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tepatnya di sekitar Pekon Mulang Maya dan Pekon Raja Basa. Kebakaran diperkirakan menghanguskan lahan seluas lebih dari 5 hektare.
Peristiwa Karhutla tersebut diketahui terjadi pada Selasa, (15/09/2026), sekitar pukul 17.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Satpol PP Damkar, TNI, dan Polri langsung bergerak melakukan upaya pemadaman sekaligus pengendalian agar api tidak meluas.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kondisi jalan menuju lokasi yang tidak memungkinkan kendaraan pemadam kebakaran mendekati titik api. Meski mobil Damkar telah bersiaga tidak jauh dari lokasi, distribusi air menuju titik kebakaran harus menggunakan kendaraan yang mampu menjangkau akses tersebut.
Untuk mendukung proses pemadaman, air dibawa ke lokasi menggunakan kendaraan BPBD dan Satpol PP yang dilengkapi tangki air berkapasitas sekitar 500 liter. Tim juga memanfaatkan alkon dan tabung semprot untuk menjangkau sejumlah titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam.
Upaya pemadaman berlangsung secara intensif hingga Kamis, 17 September 2026. Sekitar pukul 13.00 WIB, api berhasil dipadamkan.
Bupati Pesisir Barat yang diwakili Asisten Administrasi Umum Armen Qodar, S.P., M.M., turut meninjau langsung lokasi Karhutla di Kecamatan Ngaras. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan proses penanganan oleh tim gabungan berjalan dengan baik.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir Kepala BPBD Pesisir Barat Herdy Wilismar, S.H., M.M., Kasatpol PP Cahyadi Muis, S.IP. , Kepala DKPP Irvan Leonardo Abdullah, S.P., M.Si. Camat Ngaras Suparmi, S.IP., M.M. jajaran Polsek Bengkunat, Peratin Pekon Sukamaju, Peratin Pekon Mulang Maya, Peratin Pekon Raja Basa serta masyarakat setempat.
Sebagai Ketua Tim Karhutla Kabupaten Pesisir Barat, Kepala BPBD Pesisir Barat Herdy Wilismar mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, pembakaran lahan dapat menyebabkan api sulit dikendalikan dan berpotensi meluas, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api. Karena itu, masyarakat diharapkan memilih cara yang lebih aman dalam melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan.
Meskipun api telah berhasil dipadamkan, tim gabungan tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing agar dapat segera ditangani dan tidak meluas.
Penulis: Zainal Abidin.










