Kepala SDN 58 Krui Diduga Potong Dana PIP dan Tak Transparan Kelola BOS, Wali Murid Minta Audit

Pesisir Barat, Potensinasional.id – Dugaan penyimpangan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat di SD Negeri 58 Krui, Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Kepala sekolah berinisial WI diduga melakukan pemotongan dana PIP sebesar Rp70 ribu per siswa penerima.

Informasi tersebut disampaikan sejumlah siswa dan wali murid, Selasa (24/02/2026). Mereka menyebut pemotongan telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, menurut pengakuan siswa, terdapat kekhawatiran dana PIP tidak akan cair kembali pada tahun berikutnya apabila tidak menyerahkan sejumlah uang yang diminta.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala SDN 58 Krui membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah melakukan pemotongan dana bantuan siswa.
“Tidak benar kalau kami disebut memotong bantuan PIP,” ujarnya.

Selain dugaan pemotongan PIP, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga menjadi sorotan. Awak media meminta klarifikasi terkait pengadaan buku tahun anggaran 2025, namun pihak sekolah belum dapat menunjukkan bukti fisik buku yang dimaksud.

Kondisi sarana prasarana sekolah turut dikeluhkan. Beberapa wali murid menyoroti fasilitas WC yang tidak berfungsi optimal dan menimbulkan bau tidak sedap. Mereka juga mengeluhkan ruang kelas yang kerap tergenang air saat hujan turun, sehingga mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

Sejumlah wali murid menilai pengelolaan dana BOS kurang transparan dan menduga terdapat item kegiatan yang tidak sesuai realisasi di lapangan.

Atas berbagai dugaan tersebut, wali murid meminta Inspektorat serta Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat segera melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka mendesak agar kepala sekolah dipanggil dan dilakukan audit terhadap penggunaan dana PIP maupun BOS.

“Kalau memang terbukti ada penyimpangan, kami minta ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujar salah satu wali murid.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (Zainal/Aspan)

Exit mobile version