WAY KANAN, Potensinasional.id – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Way Kanan menyampaikan pesan moral penuh makna dari Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, dr. H. M. Aditya, M.Biomed. Pesan tersebut dibacakan langsung Ketua DPD LDII Way Kanan, H. Sobri, usai pelaksanaan Salat Idul Adha, Rabu (27/5/2026).
Dalam amanatnya, H. Sobri menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai kesalehan pribadi dan kesalehan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat berkurban mengajarkan keikhlasan, kepedulian, serta rasa empati kepada sesama. Pembagian daging kurban kepada kaum duafa, fakir miskin, tuna netra, dan masyarakat sekitar menjadi bukti nyata hadirnya nilai kebersamaan dan solidaritas sosial.
“Melalui ibadah kurban, kita diajarkan untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat ukhuwah. Kebahagiaan Idul Adha harus dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ujar H. Sobri saat membacakan amanat DPW LDII Lampung.
Selain menekankan dimensi sosial ibadah kurban, LDII juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, toleransi, dan budaya saling memaafkan di tengah keberagaman. Hal tersebut dinilai penting demi mewujudkan daerah yang aman, damai, dan sejahtera.
Dalam kesempatan itu, warga LDII turut diimbau agar bijak menyikapi perkembangan informasi di era digital dan tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks. LDII menegaskan komitmennya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menolak segala bentuk radikalisme, ekstremisme, intoleransi, maupun tindakan anarkis.
Pesan moral tersebut juga menyinggung kondisi global yang saat ini penuh ketidakpastian, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada perekonomian dunia.
Menghadapi situasi tersebut, masyarakat diminta tetap tenang, sabar, serta meningkatkan sikap tawakal kepada Allah SWT, disertai pola hidup sederhana dan hemat demi menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
“Kita harus tetap berikhtiar dan memperkuat kemandirian finansial keluarga di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu,” tambahnya.
Rangkaian pembacaan pesan moral itu ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, serta doa bagi para jemaah haji agar diberikan kelancaran dan menjadi haji yang mabrur. LDII juga berharap Indonesia senantiasa menjadi negeri yang aman, makmur, dan penuh keberkahan, Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. (irwan)
