PRINGSEWU, http://potensinasional.id – Realisasi investasi di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung selama periode Januari-November 2026 mencapai Rp 1,07 triliun. Angka ini sebagaimana tercatat melalui sistem Online Single Submission (OSS) melampaui target yang ditetapkan yakni sebesar Rp 690 miliar, atau menembus 155% dari target daerah.
Demikian diungkapkan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat memimpin apel pagi jajaran Pemkab Pringsewu di lapangan pemkab setempat, pada Jumat, 6 November 2026.
Selain itu, pertumbuhan usaha baru tercatat penambahan 4.556 NIB (Nomor Induk Berusaha) baru dengan 5.937 proyek yang tersebar di wilayah Kabupaten Pringsewu, dengan konsentrasi tertinggi di Pecamatan Pringsewu, Pagelaran dan Gadingrejo. Kemudian untuk penyerapan tenaga kerja, kegiatan investasi ini berhasil menyerap 15.522 orang tenaga kerja.
“Khusus penguatan ekonomi kerakyatan, struktur investasi kita didominasi oleh industri kecil dan menengah, kuliner dan perdagangan eceran, sebagai bukti UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Pringsewu. Kehadiran Mal Pelayanan Publik juga bermanfaat nyata, dimana hingga November ini tercatat 21.578 warga yang memanfaatkan layanan yang tersedia, sebagai bukti pelayanan terpadu yang cepat dan nyaman merupakan kebutuhan mendasar yang diapresiasi masyarakat,” ungkapnya.
Dikatakan bupati, capaian melebihi target ini adalah bukti bahwa Pringsewu memiliki potensi besar, meskipun tidak boleh cepat berpuas diri. Transformasi digital melalui sistem OSS dan optimalisasi Mal Pelayanan Publik tidak boleh sekadar mendigitalisasi prosedur, tetapi harus mendorong culture shift dalam pola pikir dan budaya kerja aparatur, dari sekadar melayani menjadi mempermudah dan menyelesaikan masalah, dimana teknologi harus mampu memangkas birokrasi, menyederhanakan proses, serta menghadirkan kepastian hukum dan efisiensi bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
“Satu hal penting yang ingin saya tegaskan bahwa menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mewujudkan pelayanan publik yang prima merupakan kerja kolektif dan tanggung jawab bersama seluruh instansi di lingkungan Pemkab Pringsewu. Investasi yang tumbuh dan berkembang tidak dapat berdiri sendiri, tetapi dibutuhkan dukungan, sinergi dan kolaborasi dari seluruh sektor,” tegasnya. (ant)










