PRINGSEWU, http://potensinasional.id – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Pringsewu diperingati dalam satu upacara di Lapangan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pringsewu pada Selasa (2 Juni 2026) dengan pembina upacara Bupati Pringsewu H.Riyanto Pamungkas. Upacara dihadiri para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, mulai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Fungsional hingga Pelaksana.
Dalam amanatnya, Bupati Pringsewu H.Riyanto Pamungkas mengatakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, secara filosofis merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan ini, sebagaimana amanat tertulis Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan.
“Memasuki 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Untuk itu mari bersama kita satukan pemahaman akan nilai luhur Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa yang harus kita jaga sampai titik darah penghabisan,” ujarnya.
Terkait peringatan Hari Lahir Pancasila, sebagaimana pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudian Wahyudi, bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.
“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Tema peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Ini adalah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” tegasnya.
Ia mengajak untuk meneguhkan kembali akan komitmen kebangsaan, serta menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik ini. (RA)









