Perayaan Ibadah Natal Kerukunan Warga Dayak Maanyan 2025 Digelar di Gereja Imanuel Muara Teweh

Muara Teweh, Potensinasional.id – Kerukunan Warga Dayak Maanyan dengan penuh sukacita menggelar Ibadah Perayaan Natal 2025 di Gereja Imanuel, Jalan Pendreh, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Kamis (15/1/2026). Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.”

Ibadah Natal tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan, memperkokoh iman, serta memperkuat kebersamaan warga Dayak Maanyan di tengah keberagaman masyarakat Barito Utara. Ribuan umat dan undangan tampak memadati gereja dan area sekitarnya, mencerminkan antusiasme serta semangat kebersamaan yang tinggi.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia Pelaksana, Elizabet Emilia Ekatni, yang menyampaikan ucapan terima kasih dan penghormatan kepada seluruh tamu undangan yang hadir, di antaranya Ketua Kerukunan Warga Dayak Maanyan, Ketua Kerukunan Warga Tewoyan, para pastor dan pendeta, Ketua Paroki Santa Maria Delasalle Muara Teweh, serta Wakil Bupati Barito Utara atau perwakilannya.

Dalam sambutannya, Elizabet menekankan makna tema Natal yang diangkat, yakni kehadiran Allah sebagai sumber keselamatan dan kekuatan bagi keluarga. Ia berharap seluruh umat yang hadir dapat merasakan damai dan sukacita Natal yang sejati, serta membawa nilai-nilai kasih tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ibadah berlangsung dengan khusyuk, penuh kehangatan, dan sarat makna rohani. Sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi kepada umat, panitia juga menyediakan berbagai door prize menarik, seperti kulkas, televisi, mesin cuci, kipas angin, dan hadiah lainnya. Nomor undian dibagikan langsung di lokasi, dan para pemenang dapat membawa pulang hadiah sebagai simbol sukacita Natal dan solidaritas antarwarga.

Perayaan Natal Kerukunan Warga Dayak Maanyan ini tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga wujud nyata kebersamaan dalam menjaga tradisi, budaya, serta nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat yang majemuk. Kegiatan ini sekaligus menegaskan semangat persatuan dalam bingkai kebhinekaan di Barito Utara.

Menutup rangkaian acara, Ketua Panitia Elizabet Emilia Ekatni menyampaikan pesan persatuan.
“Kita berbeda-beda suku dan bangsa, namun tetap satu dan dikasihi Tuhan. Semoga perayaan ini senantiasa menjadi momentum penting dalam mempererat ikatan seluruh kerukunan di kota yang kita cintai, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara,” tuturnya.

Dengan suksesnya pelaksanaan perayaan Natal ini, diharapkan semangat kasih, toleransi, dan kebersamaan terus tumbuh, tidak hanya bagi warga Dayak Maanyan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, demi memperkokoh persatuan dalam bingkai NKRI.

(Henryanus, A)