NIAS UTARA – Potensinasional.id–Ketua Elemen Muda Nias Utara (ELDARA), Silsilah K.P.A Halawa, S.H., C.PP, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Polres Nias dalam penanganan kasus dugaan pembunuhan yang menimpa Agnis Jance Zebua, siswi SMK asal Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara. Kritik tersebut disampaikan menyusul masih kuatnya tuntutan masyarakat agar kasus tersebut segera diungkap secara terang-benderang.
Menurut Silsilah, di tengah tingginya perhatian publik terhadap kasus yang menewaskan pelajar tersebut, Polres Nias justru dinilai lebih menonjolkan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia dibanding menunjukkan keseriusan dalam mendalami dan mengungkap fakta-fakta perkara.
“Publik saat ini sedang menunggu kepastian hukum dan perkembangan nyata dari proses penyelidikan kasus dugaan pembunuhan siswi SMK di Alasa Talumuzoi. Namun yang terlihat justru aktivitas seremonial dan hiburan. Ini menimbulkan kesan bahwa Polres Nias lebih mementingkan nobar Piala Dunia daripada fokus mendalami kasus yang menjadi perhatian masyarakat luas,” tegas Silsilah dalam keterangannya, Senin 15 Juni 2026
Ia menilai aparat penegak hukum seharusnya mengerahkan seluruh energi dan sumber daya untuk mengungkap penyebab kematian korban serta memastikan para pelaku, apabila terbukti ada tindak pidana, dapat segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
Silsilah juga menyoroti fakta bahwa tim dari Polda Sumatera Utara harus turun langsung ke Kepulauan Nias guna melakukan pendalaman dan olah tempat kejadian perkara dalam kasus tersebut. Menurutnya, langkah itu menunjukkan bahwa kasus ini memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih serius.
“Jika sejak awal penanganannya dilakukan secara maksimal, profesional, dan transparan, maka kepercayaan masyarakat tidak akan menurun. Kehadiran tim Polda Sumut harus menjadi momentum evaluasi bagi Polres Nias agar lebih fokus pada tugas utama mereka, yaitu penegakan hukum dan pencarian keadilan bagi korban,” ujarnya.
ELDARA mendesak agar Polres Nias membuka perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada masyarakat dan keluarga korban. Silsilah menegaskan bahwa masyarakat Nias Utara tidak membutuhkan pencitraan, melainkan hasil nyata berupa pengungkapan kasus secara tuntas dan berkeadilan.
“Jangan sampai masyarakat menilai bahwa hiburan lebih diutamakan daripada mengungkap kasus yang telah merenggut nyawa seorang anak bangsa. Keadilan untuk Agnis Jance Zebua harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (Alvyman Hulu]
