Pesisir Barat, Potensinasional.id – Program pengadaan sapi yang dianggarkan melalui Dana Desa untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Pekon Kota Jawa, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah sapi yang dibeli dalam program tersebut dilaporkan mati diduga akibat kurangnya perawatan.
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, awak media menemukan adanya kejanggalan dalam pengelolaan ternak tersebut. Informasi dari narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa total sapi yang dibeli berjumlah enam ekor. Satu ekor indukan disebut dibeli dengan harga sekitar Rp10 juta, sementara lima ekor lainnya rata-rata sekitar Rp7 juta per ekor.
Namun dalam perjalanannya, ternak tersebut diduga tidak dipelihara secara optimal. Bahkan, beberapa ekor ditemukan dalam kondisi memprihatinkan hingga akhirnya mati. Informasi yang dihimpun menyebutkan empat ekor sapi dilaporkan mati, sementara dua ekor lainnya masih hidup.
Kondisi ini memicu reaksi masyarakat yang meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk menelusuri penggunaan anggaran serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian ternak tersebut.
Saat dikonfirmasi, Ketua BUMDes Pekon Kota Jawa, Amir, mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Ia menyebut pengelolaan sapi sebelumnya masih berada di bawah kepengurusan lama yang berinisial SI.
“Kalau untuk kematian sapi itu masih dikelola oleh ketua lama. Saya juga kecewa dengan kejadian ini,” ujarnya.
Ketika ditanya terkait besaran anggaran pengadaan sapi, Amir mengaku tidak mengetahui secara pasti nilai anggaran maupun harga per ekor sapi yang dibeli.
“Kami juga tidak tahu berapa anggarannya dan harga per ekor sapi tersebut,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke kecamatan. Menurutnya, hingga kini dirinya belum menerima Surat Keputusan (SK) resmi sebagai pengurus, sehingga merasa tidak nyaman untuk mengelola program tersebut.
“Sampai sekarang saya belum ada SK. Jadi kami merasa tidak nyaman untuk mengurus sapi itu. Dari enam ekor, tinggal dua ekor yang masih hidup,” jelasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Peratin Pekon Kota Jawa belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui nomor telepon juga belum mendapat respons. Pihak terkait lainnya juga masih dimintai tanggapan. Awak media akan terus menelusuri informasi lebih lanjut guna memastikan kejelasan penggunaan anggaran Dana Desa dalam program BUMDes tersebut.
(Zainal)
