Sosok Pengumpul Barang Bekas di Tugu Bambu Tuai Perhatian, Warga Harapkan Kepedulian Pemerintah

PRINGSEWU, Potensinasional.id – Keberadaan seseorang yang selama hampir tiga bulan terlihat mengumpulkan barang-barang bekas menggunakan karung di kawasan Tugu Tani atau yang dikenal masyarakat sebagai Tugu Bambu, Kabupaten Pringsewu, menuai perhatian dan keprihatinan warga.

Kondisi tersebut mendorong masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang tepat dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Muji, salah seorang warga sekitar, mengungkapkan bahwa dirinya hampir setiap hari melihat orang tersebut beraktivitas mengumpulkan berbagai barang bekas di kawasan Tugu Bambu. Aktivitas itu, menurutnya, telah berlangsung cukup lama, bahkan diperkirakan mendekati tiga bulan.

“Saya merasa prihatin dan kasihan melihatnya. Hampir setiap hari orang tersebut berada di sini dan mengumpulkan barang-barang bekas menggunakan karung,” ungkap Muji, Jumat (6/11/2026).

Menurut Muji, hingga kini warga belum mengetahui secara pasti identitas, asal-usul, maupun latar belakang orang tersebut. Warga juga belum mendapatkan informasi apakah yang bersangkutan memiliki keluarga di wilayah Pringsewu atau sedang menghadapi persoalan sosial tertentu.

Muji mengaku tidak berani menegur secara langsung karena khawatir pendekatan yang kurang tepat justru dapat menyinggung perasaan orang tersebut. Terlebih, kondisi dan latar belakang kehidupannya belum diketahui secara jelas.

Atas kondisi tersebut, Muji berharap Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu segera melakukan asesmen atau pemeriksaan sosial untuk mengetahui identitas, kondisi keluarga, serta kebutuhan orang tersebut.

Ia juga berharap Satpol PP dapat berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan perangkat wilayah setempat agar penanganan dilakukan secara terarah, tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan.

“Harapan saya, pihak dinas terkait bisa turun langsung melihat kondisi di lapangan. Kalau memang membutuhkan bantuan, pendampingan, atau pembinaan, mudah-mudahan bisa diberikan solusi terbaik,” harapnya.

Lebih lanjut, Muji menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata berkaitan dengan ketertiban dan kebersihan kawasan publik, melainkan juga menyangkut kepedulian sosial terhadap sesama manusia yang mungkin sedang membutuhkan perhatian dan pertolongan.

Pemerintah Diharapkan Hadir dengan Pendekatan Humanis

Penanganan terhadap orang yang berada dalam kondisi sosial rentan perlu dilakukan secara hati-hati dan mengedepankan prinsip kemanusiaan. Pemeriksaan langsung diperlukan untuk memastikan apakah yang bersangkutan membutuhkan bantuan sosial, layanan kesehatan, penelusuran keluarga, atau bentuk pendampingan lainnya.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memastikan orang tersebut memperoleh perlindungan dan pelayanan sesuai kondisi serta kebutuhannya.

Jika ditemukan adanya persoalan kesehatan maupun dugaan keterlantaran, instansi terkait dapat berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah pekon/kelurahan, serta pihak terkait lainnya untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Warga berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Jangan sampai keberadaan seseorang yang membutuhkan pertolongan justru luput dari perhatian.

Dengan demikian, kawasan Tugu Bambu tetap terjaga kenyamanan dan ketertibannya, sementara nilai kepedulian serta tanggung jawab sosial terhadap sesama tetap menjadi prioritas. (Wasis)

Exit mobile version