WAY KANAN, Potensinasional.id — Sekitar 1.000 anggota Pramuka dari berbagai tingkatan sekolah di Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, mengikuti Salat Istisqa secara berjamaah di Lapangan Merdeka Argomulyo, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (Perjusami) dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65. Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang melanda wilayah tersebut.
Suasana khusyuk terlihat ketika ribuan peserta yang mengenakan seragam Pramuka mengikuti rangkaian ibadah di lapangan terbuka. Para peserta bersama pembina dan pendamping menundukkan kepala serta memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali mendapatkan pasokan air.
Dalam kegiatan tersebut hadir Imam Salat Istisqa Ustaz Taswin, S.H., Khotib Amit Nuriman, S.H., Kapolsek Banjit Iptu Mukhtiar, Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Banjit Nurdin, S.Pd., Kepala KUA Banjit, serta para pembina dan pendamping Pramuka dan peserta Perkemahan Bakti Kwarran Banjit.
Ketua Kwarran Banjit, Nurdin, S.Pd., mengatakan, Salat Istisqa tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan keagamaan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi para anggota Pramuka.
“Ini bukan sekadar agenda tahunan Pramuka. Ini adalah cara kami mengajarkan anak-anak untuk selalu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa di saat menghadapi ujian alam,” ujar Nurdin.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para peserta diajarkan untuk memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Pramuka tidak hanya dituntut tangguh di alam bebas, tetapi juga memiliki empati sosial dan spiritualitas yang kuat,” tambahnya.
Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan. Para peserta mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib hingga doa bersama selesai dilaksanakan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran bagi generasi muda bahwa menghadapi kondisi alam, termasuk kemarau, dapat dilakukan dengan berbagai ikhtiar, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat doa dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan Perjusami kemudian dilanjutkan dengan agenda kepramukaan lainnya yang diikuti para peserta di Kecamatan Banjit.
(Firman)
