402 Warga Pringsewu Terima Bantuan Pangan Program IPKP

PRINGSEWU, http://potensinasional.id – Sebanyak 402 warga Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari sejumlah pekon di Kecamatan Gadingrejo, Kecamatan Pringsewu dan Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, menerima bantuan pangan dari pemerintah melalui program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan (IPKP) tahun 2026.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Balai Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, pada Jumat, 17 Juli 2026, dihadiri Wagub Lampung dr. Jihan Nurlela dan Wabup Pringsewu Umi Laila, S.Ag., Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Lampung Dr. Elfira Umi Hanni, S.P., M.T., jajaran Badan Pangan Nasional dan Pemkab Pringsewu beserta instansi vertikal terkait.
Menurut Wabup Pringsewu Umi Laila, S.Ag. program ini bukan sekadar penyaluran bantuan pangan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan, mengurangi angka kerawanan pangan, menekan risiko stunting, menjaga stabilitas sosial, sertanmeningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab Pringsewu mengapresiasi  BAPANAS dan Pemprov Lampung atas dukungan, perhatian, dan komitmennya bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu.
“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus ditingkatkan, sehingga berbagai program ketahanan pangan, penguatan cadangan pangan pemerintah, stabilisasi pasokan dan harga pangan, pemberdayaan kelompok masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan petani dapat terus berkembang di Kabupaten Pringsewu,” ucap Wabup.
Terlebih, kata Umi, pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, bergizi, beragam, dan terjangkau merupakan fondasi bagi terwujudnya SDM yang sehat, produktif, dan berkualitas. Meskipun disadari masih ada masyarakat yang menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan, baik karena faktor ekonomi, kondisi geografis, maupun dampak perubahan iklim yang mempengaruhi produksi pertanian.
“Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis, salah satunya melalui rogram Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan. Kami optimis dengan dukungan pemerintah pusat dan Pemprov Lampung serta kerja sama seluruh masyarakat, Kabupaten Pringsewu akan mampu mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan menuju Pringsewu Makmur, Lampung Maju, dan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Untuk diketahui, program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan (IPKP) merupakan bentuk dukungan BAPANAS terhadap pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) No.8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menyasar masyarakat yang mengalami kekurangan asupan energi harian minimum yakni sebesar 2.100 kilo kalori/kapita/hari atau  Prevalence of Undernourishment (PoU).
Penyaluran bantuan yang menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional  (DTSEN) tahun 2026 serta menyasar masyarakat miskin ekstrem atau kelompok kesejahteraan 10% terbawah (Desil 1) ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi harian masyarakat, juga untuk membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien berupa vitamin dan mineral yang dibutuhkan keluarga penerima manfaat. (Ra)