Dua Tahun Rawat ODGJ, Keluarga Marinir di Tanjung Agung Tanggamus Pilih Memanusiakan Manusia

TANGGAMUS, Potensinasional.id — Kepedulian terhadap sesama tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk besar. Hal sederhana seperti memberikan makanan, minuman, pakaian layak, dan perhatian ternyata mampu menjadi bentuk nyata kemanusiaan.

Hal tersebut dilakukan Agustina Jarvis bersama keluarganya di Dusun Tanjung Agung, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Di tengah kesibukannya sebagai anggota TNI Angkatan Laut (TNI AL), Agustina tetap meluangkan waktu untuk membantu seorang penyandang gangguan jiwa yang akrab disapa Mbah Waras.

Kepedulian keluarga tersebut kepada Mbah Waras telah berlangsung sekitar dua tahun. Dalam kurun waktu itu, Mbah Waras diketahui rutin mendatangi kediaman Agustina, kurang lebih setiap dua pekan sekali.

Ia biasanya datang dengan berjalan kaki dari arah Sumberjo. Sesampainya di rumah Agustina, Mbah Waras meminta makanan dan minuman. Keluarga pun dengan sukarela memenuhi kebutuhan dasarnya sebelum ia kembali melanjutkan perjalanan.

Namun, kepedulian keluarga Agustina tidak berhenti sebatas memberikan makanan dan minuman. Setiap kali Mbah Waras datang dalam kondisi pakaian yang kurang layak, keluarga tersebut juga membantunya mengganti pakaian dan celana agar tetap bersih serta nyaman digunakan.

Tindakan sederhana itu dilakukan secara rutin tanpa mengharapkan imbalan.

Agustina Jarvis mengatakan, kepedulian yang mereka lakukan bukan karena menganggap Mbah Waras sebagai orang lain. Baginya, setiap manusia tetap memiliki hak untuk dihargai dan diperlakukan dengan layak, apa pun kondisi yang sedang dihadapinya.

«“Kami tidak melihatnya sebagai orang lain. Kami hanya berusaha memanusiakan manusia. Apa pun kondisinya, dia tetap saudara kita,” ujar Agustina.»

Menurutnya, membantu sesama merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan siapa saja sesuai kemampuan masing-masing. Tidak harus dengan materi dalam jumlah besar, perhatian kecil pun dapat berarti bagi orang yang membutuhkan.

Kisah tersebut kemudian menjadi perhatian di lingkungan sekitar. Sikap keluarga Agustina dinilai menjadi contoh sederhana tentang pentingnya membangun kepedulian sosial, khususnya terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Warga berharap kepedulian serupa dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, keberadaan mereka yang mengalami gangguan jiwa bukan untuk dijauhi atau dikucilkan, melainkan tetap membutuhkan perhatian, penghargaan, dan perlakuan manusiawi.

Dari Dusun Tanjung Agung, kisah Mbah Waras dan keluarga Agustina menjadi pengingat bahwa kemanusiaan dapat dimulai dari hal yang paling sederhana: memberi makan, memberi pakaian yang layak, dan memperlakukan sesama sebagai manusia. (Wasis)

Exit mobile version