PRINGSEWU, http://potensinasional.id – Kabupaten Pringsewu saat ini berada pada momentum krusial, yakni menghadapi era bonus demografi. Dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dan dominan berbanding usia non-produktif. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila pada kegiatan Penggerakan Kampung KB Dalam Mendukung Kapitalisasi Bonus Demografi Melalui Skema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2026 di Pekon Mada Raya, Kecamatan Pagelaran Utara, pada Rabu, 16 September 2026.
Namun demikian, peluang emas ini menurut Wakil Bupati Pringsewu, hanya akan menjadi nyata apabila dapat dikapitalisasi dengan baik, karena kapitalisasi bonus demografi menuntut adanya investasi besar pada kualitas manusia, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, peningkatan keterampilan kerja, pendidikan yang layak, hingga perlindungan sosial.
“Momentum ini tidak boleh kita lewatkan begitu saja. Kita harus mampu melakukan kapitalisasi bonus demografi secara optimal, agar jendela peluang ini tak berubah menjadi bencana demografi, karena jika kita gagal mengelolanya, bonus ini justru bisa menjadi beban sosial. Karenanya, kehadiran Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) memiliki posisi sangat krusial,” katanya.
PJPK ini bukan sekedar dokumen administratif diatas kertas, tetapi merupakan instrumen operasional dan panduan strategis jangka menengah 2025-2029 yang
memastikan arah kebijakan kependudukan yang terpadu, terukur, dan berkelanjutan. Dokumen ini, kata dia, harus terintegrasi secara nyata kedalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RKPD. Namun, PJPK ini tidak akan berarti apa-apa jika berhenti di tingkat birokrasi kabupaten atau peovinsi.
“Ujung tombak dari seluruh gerak kebijakan ini ada di tingkat akar rumput, yaitu di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai lokus strategis dimana intervensi pembangunan kependudukan diterjemahkan menjadi aksi nyata sehari-hari, mulai dari pelayanan data yang akurat melalui Rumah Dataku, peningkatan ketahanan keluarga, hingga konvergensi penanganan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Wabup Umi Laila, pada kegiatan yang juga dihadiri Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Ir. Pintauli R.Siregar, M.M., Kepala BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih, S.Sos, M.Si., Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dra.Titik Puji Lestari, Kadis P3AP2KB Eko Sumarmi, S.KM., Camat Pagelaran Utara Erly Yunarni, S.E. beserta para korluh dan penyuluh KB, bahwa keberadaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) menjadi garda terdepan yang sangat strategis. Melalui skema PJPK yang terukur, setiap keluarga di Pringsewu dipastikan memiliki ketahanan yang kuat, kesehatan yang baik, dan kualitas pendidikan yang mumpuni.
“Kampung KB bukan lagi sebatas program batasan kelahiran, melainkan sebuah gerakan integratif untuk membangun kualitas manusia dari tingkat desa. Kegiatan hari ini merupakan jembatan emas menuju perwujudan visi Pringsewu Makmur. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah kolaboratif yang kuat bagi memastikan bonus demografi di wilayah kita benar-benar dikapitalisasi menjadi kekuatan besar menuju keluarga yang berkualitas dan tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Ra)
