Gerak Cepat Polisi dan Warga Renovasi Jembatan Gantung Bumi Arum Kembali Aman dalam 2 Hari

 

Potensinasional.id –PRINGSEWU – Kekhawatiran warga saat melintasi Jembatan Gantung Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Lampung, kini berubah menjadi kelegaan.

Belum genap dua hari sejak perbaikan dimulai, jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan di sejumlah bagian itu kini kembali kokoh dan aman digunakan masyarakat.

Perbaikan dilakukan setelah Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra turun langsung mengecek kondisi jembatan sekaligus mendengar keluhan warga. Jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dan Kecamatan Sukoharjo.

Sejumlah bagian jembatan menjadi sasaran perbaikan. Kayu-kayu penopang yang lapuk dan rusak diganti dengan kayu baru berukuran lebih tebal. Bagian konstruksi lainnya juga diperiksa untuk memastikan titik-titik yang mengalami kerusakan dapat segera ditangani.

Tak hanya itu, material besi yang putus maupun rusak diperbaiki dengan pengelasan. Plat penjepit juga dipasang untuk memperkuat posisi kayu sekaligus membuat konstruksi jembatan lebih kokoh.

Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pengecatan sejumlah bagian jembatan dan pembersihan area sekitar. Hasilnya, jembatan tak hanya lebih aman, tetapi juga terlihat lebih rapi dan nyaman dilintasi.

Yang menarik, proses renovasi tersebut rampung lebih cepat dari target. Awalnya, perbaikan hanya direncanakan melibatkan personel Polres Pringsewu dan sejumlah warga. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat pekerjaan berubah menjadi aksi gotong royong yang melibatkan lebih dari 200 warga dari Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo.

Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan perbaikan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat.

“Renovasi ini merupakan bentuk nyata polisi hadir di tengah masyarakat. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat dari beberapa pekon yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo,” kata AKBP Dadi kepada awak emdia pada Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas warga, mulai dari mobilitas anak sekolah, kegiatan pertanian, hingga perdagangan.

“Jembatan ini sebelumnya mengalami beberapa kerusakan sehingga kita lakukan perbaikan. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dan nyaman serta aktivitas mereka menjadi lebih mudah dan lancar,” ujarnya.

Dadi menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut juga memangkas jarak dan waktu tempuh warga. Jika jembatan tidak dapat digunakan, masyarakat harus memutar hingga sekitar 15-16 kilometer dengan tambahan waktu perjalanan mencapai 30 menit.

Setiap harinya, lebih dari 250 kendaraan roda dua dan ratusan pejalan kaki melintasi jembatan sepanjang sekitar 55 meter tersebut.

“Dengan adanya fasilitas ini tentu sangat menghemat waktu masyarakat,” katanya.

Selama proses renovasi, Kapolres bersama Wakapolres Pringsewu Kompol Samsuri, para pejabat utama Polres Pringsewu, Kapolsek Pringsewu dan Sukoharjo, serta Camat Pringsewu tidak sekadar melakukan pemantauan.

Mereka turut turun tangan bersama warga mengerjakan berbagai bagian perbaikan jembatan.

Antusiasme warga inilah yang membuat pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari target awal.

Bagi masyarakat, perubahan kondisi jembatan terasa langsung. Jika sebelumnya mereka harus melintas dengan rasa waswas melihat sejumlah bagian yang rusak, kini kekhawatiran itu mulai sirna.

“Sekarang kami lebih lega. Sebelumnya kalau lewat memang merasa takut karena ada bagian yang rusak. Setelah diperbaiki seperti ini, mudah-mudahan lebih aman,” ujar Septi, seorang warga Pekon Sinar Baru Timur yang tiap hari melintasi jembatan.

Setelah seluruh proses perbaikan rampung, jembatan tersebut kembali diserahkan kepada masyarakat untuk digunakan sekaligus dijaga bersama.

Tidak ada seremoni besar dalam penyerahan jembatan. Makan bersama dan pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan justru menjadi penanda berakhirnya proses renovasi.

Gotong royong pun menjadi pesan utama dari perbaikan jembatan tersebut: ketika masyarakat dan aparat bergerak bersama, akses penting bagi warga bisa kembali digunakan dalam waktu singkat. (Wasis)