MENU MBG DISOROT, ORANG TUA MALAH DITUDING REWEL Oknum Kepala Dapur SPPG Diduga Intimidasi Wali Murid Lewat WhatsApp

Lampung Barat, Potensinasional.id — Program unggulan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Barat kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, persoalan bukan hanya menyangkut porsi dan kualitas menu, tetapi juga dugaan intimidasi terhadap orang tua murid yang menyuarakan kritik. (16/01/2026)

Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Sekincau, Kamis (15/01/2026). Sejumlah orang tua murid mempertanyakan menu MBG yang dinilai terlalu minim dan tidak mencerminkan standar gizi seimbang. Dari foto menu yang diterima redaksi, terlihat sajian hanya berupa nasi, tempe, buah salak, timun, kol, serta potongan kecil daging fillet.

Unggahan foto menu tersebut ke status WhatsApp salah satu orang tua murid justru berujung pada pesan pribadi bernada tekanan dari seorang oknum yang mengaku sebagai Kepala Dapur SPPG.

Beberapa kutipan pesan WhatsApp yang diterima redaksi antara lain berbunyi:

  • “Anak ibu kelas berapa TK atau SD biar saya jelaskan”
  • “Boleh mencari makanan di luar jika menurut anda kurang memuaskan menurut anda pribadi”
  • “Ini makanan bergizi gratis bukan makan enak gratis”
  • “Kalau tidak mau apa-apa mending diam, kalau ada apa-apa ngadu ke sekolah jangan buat SW”

Nada pesan tersebut dinilai publik sebagai upaya pembungkaman kritik, alih-alih respons evaluatif terhadap masukan masyarakat.

Kritik Publik Dilindungi Konstitusi

Perlu ditegaskan, menyampaikan kritik dan pendapat merupakan hak konstitusional warga negara. Hal ini dijamin secara tegas dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 tentang kebebasan menyatakan pendapat, serta Pasal 28F mengenai hak memperoleh dan menyampaikan informasi.

Dengan demikian, mengunggah foto menu MBG yang benar-benar diterima siswa bukanlah pelanggaran, melainkan bentuk kontrol sosial yang sah. Sebaliknya, sikap anti-kritik dari pelaksana program publik justru mencederai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik.

Satgas MBG Lampung Barat Mengaku Belum Tahu

Saat dikonfirmasi, Satgas MBG Lampung Barat, Ahmad Haikami, mengaku belum mengetahui adanya kejadian tersebut dan akan melakukan koordinasi dengan Satgas MBG tingkat kecamatan.

“Saya belum tahu infonya, nanti saya cek dulu dengan Satgas Kecamatan Sekincau. Terima kasih,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan ini memunculkan tanda tanya publik terkait fungsi pengawasan di lapangan, mengingat program MBG menyasar anak-anak sekolah dan dilaksanakan setiap hari dengan anggaran negara.

Desakan Evaluasi Total Dapur SPPG

Masyarakat mendesak agar Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Satgas MBG Provinsi Lampung segera turun tangan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap dapur SPPG di Kecamatan Sekincau. Evaluasi diminta mencakup standar porsi, kualitas gizi, manajemen dapur, serta etika petugas lapangan.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional, bukan ruang bagi praktik arogan dan antikritik. Jika dugaan intimidasi terhadap orang tua murid terbukti benar, maka persoalan ini tidak lagi sebatas kualitas menu, melainkan telah masuk ke ranah pelanggaran etika pelayanan publik dan dugaan penyalahgunaan kewenangan.

Redaksi Potensinasional.id akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan membuka ruang klarifikasi dari pihak SPPG, dinas terkait, serta Satgas MBG tingkat kabupaten maupun provinsi.

(Red)