Pringsewu, Potensinasional.id – Pemerintah Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu bersama masyarakat tani menggelar musyawarah untuk mengusulkan bantuan pompanisasi air irigasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) itu dihadiri puluhan petani, tokoh masyarakat, perwakilan kelompok tani, serta pemerintah pekon.
Musyawarah tersebut bertujuan mencari solusi atas persoalan kekurangan air yang selama bertahun-tahun menjadi kendala utama bagi sektor pertanian di Pekon Klaten, terutama saat musim kemarau yang kerap mengakibatkan gagal panen.
Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Anton Subgiyo, yang turut mengoordinasikan kegiatan tersebut mengatakan krisis air irigasi di Pekon Klaten telah berlangsung cukup lama sehingga diperlukan langkah nyata untuk mengatasinya.
«”Krisis air pertanian di Pekon Klaten ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Kondisi inilah yang mendorong kami terus mencari jalan keluar meskipun dengan berbagai keterbatasan yang ada,” ujar Anton.»
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, kelompok tani, dan pemerintah pekon menjadikan persoalan ketersediaan air pertanian sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Sementara itu, tokoh masyarakat tani Kabupaten Pringsewu, Bambang Irawan, mengapresiasi semangat para petani yang berinisiatif mengajukan usulan pompanisasi demi menjaga keberlangsungan produksi pertanian.
Menurutnya, usulan tersebut akan difasilitasi untuk disampaikan kepada PT Bukit Asam agar dapat dipertimbangkan melalui program CSR perusahaan.
«”Kami akan menjembatani aspirasi masyarakat tani ini kepada PT Bukit Asam. Melalui program CSR, perusahaan tersebut selama ini telah membantu mengatasi persoalan krisis air irigasi di berbagai daerah di Indonesia,” kata Bambang.»
Ia menambahkan, di sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Pringsewu yang mengalami persoalan serupa, PT Bukit Asam telah menyalurkan bantuan berupa sistem pompanisasi air yang memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya sebagai sumber energi.
Di tempat yang sama, Kepala Pekon Klaten, Ngadik, menyambut baik inisiatif masyarakat dalam mengusulkan bantuan tersebut. Menurutnya, persoalan kekurangan air telah menjadi masalah klasik yang dihadapi petani selama puluhan tahun.
«”Kami sangat mendukung usulan masyarakat ini. Luas lahan persawahan di Pekon Klaten sekitar 80 hektare dan selama puluhan tahun sering mengalami kekurangan air. Akibatnya, petani tidak bisa menggarap lahan secara maksimal, terutama saat musim kemarau,” ungkap Ngadik.»
Melalui musyawarah tersebut, masyarakat berharap usulan bantuan pompanisasi dapat segera terealisasi sehingga kebutuhan air irigasi terpenuhi, produktivitas pertanian meningkat, serta risiko gagal panen yang selama ini menjadi ancaman bagi petani Pekon Klaten dapat diminimalkan. (Wasis)
