PRINGSEWU, Potensinasional.id— Kondisi jembatan gantung di Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, mulai membuat warga khawatir. Jembatan yang menjadi akses alternatif penghubung Kecamatan Pringsewu dan Kecamatan Sukoharjo itu dilaporkan mengalami kerusakan pada sejumlah bagian.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra turun langsung mengecek kondisi jembatan tersebut pada Senin (24/8/2026).
Pengecekan dilakukan untuk melihat kondisi fisik jembatan sekaligus mendengarkan secara langsung keluhan dan harapan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
Jembatan gantung Bumi Arum memiliki panjang sekitar 55 meter dan setiap harinya dilalui lebih dari 250 kendaraan roda dua. Jembatan tersebut dibangun secara swadaya masyarakat sejak 1980 dan terakhir direnovasi pada 2024.
Bagi warga, keberadaan jembatan ini sangat penting karena menjadi jalur penghubung dari Pekon Bumi Arum menuju Pekon Sinar Baru Timur. Akses tersebut juga menjadi jalur alternatif bagi masyarakat Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo.
Penggunaan jembatan itu membuat warga dapat menghemat jarak sekitar 16 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit dibandingkan harus melalui jalur utama dan melintasi Jembatan Way Sekampung.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, informasi dari masyarakat menjadi perhatian pihak kepolisian sehingga pihaknya memilih turun langsung melihat kondisi di lapangan.
«“Informasi dari masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Karena itu kami datang langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Jembatan ini cukup vital bagi masyarakat, sehingga aspek keselamatan harus menjadi perhatian,” ujar Dadi.»
Menurutnya, kondisi jembatan perlu mendapat perhatian dan penanganan agar masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada akses tersebut dapat tetap beraktivitas dengan aman.
Pengecekan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong adanya upaya perbaikan maupun renovasi, sehingga jembatan tersebut ke depan memiliki kondisi yang lebih kuat, layak dan aman bagi masyarakat.
Warga Berharap Segera Diperbaiki
Keluhan mengenai kondisi jembatan juga disampaikan langsung oleh warga. Mereka berharap kerusakan yang ada segera mendapat perhatian dan penanganan.
Marsono, pedagang tempe asal Pekon Bumi Arum, mengaku jembatan tersebut sangat membantu aktivitas masyarakat karena menjadi jalur paling dekat.
Ia mengatakan kondisi jembatan membuat pengguna harus lebih berhati-hati saat melintas. Namun, warga tetap memanfaatkannya karena menjadi akses praktis untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini sangat membantu kami karena kalau lewat sini jaraknya lebih dekat. Memang sekarang kondisinya sudah mulai rusak, jadi kami berharap segera diperbaiki atau kalau memungkinkan dibangun kembali agar lebih kuat dan aman,” kata Marsono.
Kekhawatiran serupa disampaikan Susilowari, warga Pekon Sinar Baru. Ia mengaku menggunakan jembatan tersebut setiap hari untuk mengantar dan menjemput anaknya yang bersekolah di SMAN 1 Pringsewu.
Menurutnya, sejumlah lubang pada bagian lantai jembatan membuat pengguna harus ekstra hati-hati.
“Ya sebenarnya takut, apalagi sudah ada banyak lubang. Tapi karena jalannya hanya lewat sini yang lebih dekat, ya terpaksa tetap lewat. Kalau memang jadi diperbaiki, alhamdulillah, kami tidak perlu lagi merasa khawatir melewati jalan seperti ini,” ungkapnya.
Saat ini jembatan tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Padahal, akses tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, mulai dari aktivitas sekolah, bekerja, perdagangan hingga mengangkut hasil pertanian.
Dalam pengecekan tersebut turut hadir Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora, Kepala Pekon Bumi Arum Sugimin, Kepala Dusun 1 Kiswanto, Kepala Dusun 2 Mulyono, Ketua RT 2 Dusun 2 Sutria, serta Bhabinkamtibmas Brigpol Nanda Putra.
Warga kini berharap pengecekan yang dilakukan Kapolres Pringsewu dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret dari pihak terkait. Mereka berharap jembatan yang selama puluhan tahun menjadi akses penting bagi masyarakat dua kecamatan tersebut dapat segera diperbaiki demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga. (Borneo)
