NIAS UTARA, Potensinasional.id – Ketegasan Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, S.Pd., M.IP., yang mewajibkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum beroperasi mendapat apresiasi dari Satuan Tugas Pengawasan Masyarakat Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nias Utara, Darmawan Zalukhu.
Darmawan menilai, kebijakan tersebut merupakan langkah tepat dan penting dalam memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar, sekaligus melindungi keamanan pangan, kesehatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan.
Apresiasi itu disampaikan menyusul pelaksanaan Rapat Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar Pemerintah Kabupaten Nias Utara di Aula Tafaeri, Lotu, Jumat (6/11/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati Amizaro Waruwu menegaskan bahwa setiap SPPG wajib memenuhi persyaratan teknis, khususnya memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, keberadaan IPAL menjadi salah satu persyaratan penting yang harus dipenuhi sebelum SPPG menjalankan operasionalnya. Hal ini untuk memastikan pengelolaan limbah tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
“SPPG yang belum memenuhi standar, terutama yang belum memiliki IPAL, memang belum boleh beroperasi. Ini demi keamanan dan kesehatan anak-anak kita,” tegas Darmawan Zalukhu.
Ia juga menyatakan bahwa Satuan Tugas Pengawasan Masyarakat MBG Kabupaten Nias Utara siap bersinergi dan mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Nias Utara dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh pelaksanaan program MBG.
Darmawan berharap, melalui pengawasan dan penerapan standar yang ketat, program MBG di Kabupaten Nias Utara dapat berjalan secara optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat.
Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan bergizi, tetapi juga harus didukung standar kebersihan, sanitasi, keamanan pangan, dan pengelolaan limbah yang memadai. ***
