Tim Mabes TNI-AD Beri Edukasi Pencegahan Karhutla di Pringsewu, Warga Diminta Waspadai Titik Api

PRINGSEWU, Potensinasional.id — Tim Satuan Tugas Markas Besar (Mabes) TNI-AD memberikan penyuluhan dan edukasi mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pekon Ambarawa Induk, Senin (31/8/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.50 WIB. Penyuluhan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi karhutla sekaligus mendorong langkah pencegahan sejak dini.

Kegiatan dipimpin Laksma TNI Iwan Kuswanto selaku Ketua Tim Penyuluhan Karhutla. Turut hadir Kolonel Cpm Trihandaka, Kolonel Kes Ahadiat, Letkol Laut (PM) Jusak Pardede, Mayor Inf Bunyamin, Camat Ambarawa Anton Dwi Wahyono, SE., MSI, Danramil 424-06/Psw Kapten Inf Agus Supriyadi, Kapolsubsektor Ambarawa Ipda Yasir, para kepala pekon se-Kecamatan Ambarawa, Babinsa wilayah Kabupaten Pringsewu, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para pelajar.

Camat Ambarawa Anton Dwi Wahyono menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Mabes TNI yang memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Ambarawa, kami menyampaikan selamat datang kepada Tim Satgas Mabes TNI yang telah hadir memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla,” ujarnya.

Menurut Anton, karhutla merupakan persoalan yang harus dicegah secara bersama-sama karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta memahami bahaya karhutla dan langkah-langkah pencegahannya, kemudian meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengingatkan kepala pekon, aparatur pemerintahan, tokoh masyarakat dan seluruh warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Pencegahan karhutla bukan hanya tugas TNI, Polri atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, kita dapat menjaga lingkungan agar tetap aman, sehat dan lestari,” kata Anton.

Tim Mabes TNI: Kondisi Alam Pringsewu Masih Terjaga

Sementara itu, Laksma TNI Iwan Kuswanto mengatakan, Tim Satgas Mabes TNI mendapat tugas melakukan penyuluhan di wilayah Lampung, khususnya Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Tanggamus.

Ia menyebut kondisi alam yang ditemui di wilayah tersebut masih relatif terjaga.

“Dari hasil yang kami lihat secara langsung, alhamdulillah kondisi alam di wilayah ini masih cukup terjaga. Masih banyak wilayah yang hijau, subur dan asri,” ujar Iwan.

Menurutnya, kondisi tersebut harus dipertahankan dengan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan kerugian materiil sekaligus berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Kondisi alam yang sudah baik ini tentunya harus kita pertahankan dan jaga bersama. Salah satunya dengan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat merusak lingkungan serta mengganggu kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Iwan mengajak masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengelola lahan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Materi Penyuluhan Tekankan Pencegahan dan Respons Cepat

Dalam penyuluhan tersebut, Tim Mabes TNI memberikan pemahaman mengenai pengertian karhutla, faktor penyebab, dampak terhadap lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai pemetaan wilayah rawan karhutla, terutama pada lahan kering, semak belukar, perkebunan, kawasan hutan dan wilayah yang berpotensi menjadi jalur penyebaran api.

Tim juga menekankan pentingnya pencegahan dini dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat.

Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai deteksi dini titik api atau hotspot. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, api maupun indikasi titik panas kepada aparat atau instansi terkait.

Materi lainnya mencakup penanganan awal terhadap kebakaran berskala kecil, pembuatan dan pemanfaatan sekat bakar, serta pentingnya koordinasi antara pemerintah pekon, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan unsur terkait lainnya.

Aspek hukum juga menjadi bagian dari penyuluhan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai ketentuan peraturan perundang-undangan serta ancaman sanksi bagi pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan/atau lahan hingga menyebabkan kerusakan lingkungan.

Tim Mabes TNI berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat lainnya.

Kegiatan penyuluhan berakhir sekitar pukul 10.50 WIB dalam keadaan aman dan lancar.

 

(Red)

Exit mobile version